MAKALAH
PENGETAHUAN LINGKUNGAN
GREEN
TECHNOLOGY FOR GLOBAL WARMING
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Pengetahuan Lingkungan
Dosen Pengampu : Adam Faroqi ST,M.T
Disusun Oleh :
Ilham Dwi Yanuar
JURUSAN
TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr Wb
Pertama kita panjatkan
puji syukur kepada Allah SWT yang telah meberikan rahmat dan hidayahnya
sehingga kita bisa menysun makalah Pengetahuan Lingkungan yang berjudul “ Green
Technology For Global Warming” dengan tepat waktu. Shalat serta salam semoga
tetap terlimpah curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,yang telah
membawa kita semua dari jaman kegelapan sampai kepada zaman terang benderang
yang kaya akan ilmu pengetahuan seperti saat ini.
Terimakasih kami ucapkan kepada Bapak
Adam Faroqi ST,M.T selaku dosen Mata Kuliah Pengetahuan Lingkungan yang telah
memberikan tugas membuat makalah ini serta bimbingannya dalam penyusunan
makalah ini. Ucapan terimakasih kami haturkan kepada orang tua kami yang telah
membantu kami baik dalam segi materil maupun non materil dalam pembuatan
makalah ini. Serta tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak
yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini.
Kami
sadari bahwasanya makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena ini kritik
dan saran yang membangun sangat kami harapkan dari semua pihak yang membaca
makalah ini. Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat kepada kita selaku
penyusun dan kepada seluruh pihak yang membacanya.
Amin
Wassalamualaikum Wr,Wb
Bandung,20 Mei 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam satu dekade ini isu yang sangat
hangat diperbincangkan diseluruh belahan bumi adalah isu tentang global warming
atau pemanasan global. Fenomena alam ini telah disadari oleh umat manusia
sebagai dampak dari aktivitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam yang
ada di dalam perut dan muka bumi. Upaya yang bisa dilakukan oleh manusia hanya
menahan laju dampak dari pemanasan global tersebut. Dampak yang terjadi apabila
tidak menahan laju dari pemanasan global akan berakibat fatal bagi manusia.
Maka dari itu green technology bisa
menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi laju dari pemanasan global.
Inti dari green technology adalah
mencoba menerapkan penggunaan sumber daya dengan lebih efisien. Fokus efisiensi
disini adalah pada minimalisasi penggunaan material yang berbahaya bagi
lingkungan (hazardous material) pada proses manufacturing yang akan menyulitkan
proses recycling di kemudian hari. Fokus berikutnya pada efisiensi energi untuk
produk itu sendiri selama digunakan/beroperasi. Sudah banyak produk – produk
elektronik yang berlabel green technology, biasanya produk – produk ini menitik
beratkan pada penghematan listrik dan penggunaan material yang tidak berbahaya
serta tahan lama dalam penggunaannya.
Contoh lain dari pengembangan
green technology adalah kendaraan bermotor yang menggabungkan sumber
energy dari bahan bakar fosil dan sumber energi non-fosil seperti sinar
matahari, hydrogen dan lain – lain. Teknologi ini biasanya disebut dengan
hybrid karena menggabungkan dua sumber. C ara kerjanya adalah jika menggunakan
teknologi surya, maka selama baterai masih terisi oleh sumber surya bahan bakar
fosil sama sekali tidak terpakai, tentunya hal ini dapat menghamat energi dalam
jumlah besar jika pemakaiannya maksumal. Sayangnya penggunaanya di Indonesia
masih minim dan penggunaan green technology di Indonesia hanya sebatas
penghematan listrik dari komponen – komponen elektronik
B. Rumusan Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan green technology ?
2. Apa
tujuan dari green technology ?
3. Bagaimana
peran greentechnology terhadap lingkungan ?
C. Tujuan
1.
Mengetahui
apa itu Green Technology
2.
Mengetahui
tujuan dan peran dari Green Technology
BAB II
GREEN
TECHNOLOGY
A.
Pengertian Green Technology
Beberapa
definisi tentang Green Technology yang diambil dari berbagai sumber :
·
“Teknologi
hijau (Greentech) yang juga dikenal dengan teknologi lingkungan (envirotech)
dan teknologi bersih (cleantech) adalah integrasi antara teknologi modern dan
ilmu lingkungan untuk lebih melestarikan lingkungan global dan sumber daya alam
serta untuk mengurangi dampak negative dari aktifitas manusia di planet bumi”
·
“Teknologi
hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan
kehidupan di planet bumi ini. Kelestarian atau keberlanjutan (sustainabilitas)
yang dapat diartikan sebagai perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara
berkelanjutan dimasa deoan tanpa merusak sumber daya alam, atau pemenuhan
kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi
kebutuhan mereka sendiri”
·
“Teknologi
lingkungan (envirotech) atau teknologi hijau (greentech) atau teknologi bersih
(cleantech) adalah aplikasi ilmu lingkungan untuk melestarikan lingkungan alam
dan sumber daya untuk mengekang dampak negatif dari keterlibatan manusia. Pembangunan
yang berkelanjutan adalah inti dari teknologi lingkungan”
·
“Teknologi
hijau (greentech) adalah pengembangan dan penerapan produk, peralatan dan
sistem yang digunakan untuk melestarikan lingkungan alam dan sumber daya, yang
meminimalkan dan mengurangi dampak negatif dari aktivitas manusia terhadap
lingkungan”
Dari beberapa pengertian dari Green
Technology yang ada, dapat disimpulkan bahwa secara garis besar pengertian dari
Greentech adalah integrasi antara teknologi modern dan ilmu lingkungan yang
diaplikasikan untuk melestarikan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara
berkelanjutan di masa depan tanpa merubah lingkungan dan sumber daya alam.
B. Tujuan
Green Technology
Di
masa depan teknologi hijau akan dianggap sebagai tujuan dari kehidupan manusia
karena manusia tidak bisa terus menerus menggunakan teknologi yang menyebabkan
dampak negatif terhadap lingkungan dan
setiap bentuk kehidupan yang bergantung kepada lingkungan. Peran kitalah
sebagai manusia yang senantiasa harus menjaga planet bumi dari kerusakan dan
kehancuran.
Teknologi
hijau bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan cara-cara untuk menyediakan
kebutuhan bagi manusia tanpa menyebabkan kerusakan lingkungan atau pengurangan
sumber daya alam yang cepat di planet bumi. Salah satu contoh alternatif
teknologi konvensional yang diterapkan guna mengaplikasikan konsep teknologi
hijau adalah proses pendaur-ulangan
sampah, upaya ini dapat memberikan pengurangan yang signifikan terhadap efek
negatif pada lingkungan yaitu mengurangi jumlah limbah dan polusi yang
dihasilkan dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia.
Konsep penerapan
teknologi hijau secara umum memiliki beberapa tujuan utama yang memilki prioritas untuk dapat diterapkan
dalam kehidupan manusia, yaitu:
a.
Keberlangsungan
– Upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara terus menerus di masa depan
tanpa merusak atau menghabiskan sumber daya alam
b.
Pendaur-ulangan
sampah – Upaya untuk mengakhiri siklus barang sekali pakai, dengan menciptakan
produk yang sepenuhnya dapat diperoleh kembali atau digunakan kembali
c.
Pengurangan
Sumber Sampah – Upaya untuk mengurangi sumber limbah dan polusi dengan mengubah
pola produksi dan pola konsumsi.
d.
Inovasi
– Upaya untuk mengembangkan alternatif teknologi yang ramah lingkungan guna
memenuhi kebutuhan manusia tanpa merusak lingkungan.
e.
Viabilitas
– upaya untuk menciptakan suatu pusat kegiatan ekonomi di seluruh bidang
teknologi dan produk yang memberikan keuntungan bagi lingkungan dan menciptakan
peluang usaha baru yang benar-benar melindungi planet bumi dari kerusakan.
f.
Edukasi
– Upaya untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya penerapan teknologi hijau
guna mendukung terciptanya daya dukung lingkungan yang berkelanjutan.
Prinsip utama pada Konsep Green Technology
meliputi 3 hal yaitu :
1. Kenyamanan Sosial
2. Ekonomis
3. Ramah Lingkungan
C. Penerapan
Green Technology
Ragam
atau tipe dalam penerapan konsep Green Technology di dunia didasarkan pada
prinsip-prisip utama pada Greentech . Konsep Greentech diterapkan untuk
membantu manusia dari teknologi yang paling sederhana hingga teknologi yang
paling mutakhir untuk mencapai kehidupan yang nyaman, ekonomis dan ramah
lingkungan. Pada dasarnya konsep Greentech
yang diterapkan dalam menciptakan
produk adalah untuk meminimalkan bahan baku, mengefisiensikan proses, dan
memaksimalkan output produk tetapi menghasilkan sampah yang minimal. Hal ini
selaras dengan prinsip yang ada di konsep Greentech.
Penggolongan
Greentech dalam berbagai tipe disesuaikan dengan penerapannya antara lain:
1.
Energi
Menekan
angka pencemaran karbon ke udara dengan mengurangi pengunaan bahan bakar energi
yang berasal dari fosil. Kita ketahui bersama sumber energi fosil memiliki
potensi yang terbatas dan menghasilkan dampak yang tidak baik bagi lingkungan
yaitu menghasilkan pencemaran karbon, hal ini akan berdampak buruk bagi bumi
apabila tidak diambil tindakan. Penerapan konsep Greentech adalah untuk
mengefisienkan tingkat penggunaan energi, mulai dari sistem eksplorasi sumber energi,
proses pengkonversian sumber tersebut menjadi energi hingga terbentuknya energi
yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan adanya efisiensi energi diharapkan
pencemaran karbon dapat ditekan.
Solusi
lain dari konsep Greentech adalah dengan mengganti sumber energi dari fosil
energi menjadi renewable energy atau energi terbarukan yang lebih potensial,
ramah lingkungan dan dapat diperbaharui kembali. Renewable energy merupakan
konsep utama dalam penerapan Greentech di bidang energi, beberapa contoh Renewable
energy antara lain :
- Waste to Energy
- Biomass Enegy
- Hydro Energy
- Wind Energy
- Solar Energy
- Geothermal Energy
Contoh
Penerapan di Indonesia :
a. Penggunaan
tenaga air (Hydro power) sebagai sumber energi listrik
b. Penggunaan
tenaga surya (Solar cell power) sebagai sumber listrik
c. Pemanfaatan
biomassa menjadi biofuel untuk bahan bakar (limbah tanaman jarak, tebu, ketela,
jagung)
d. Pemanfaatan
biogas dari limbah organik dan kotoran ternak
sebagai pengganti bahan bakar minyak tanah/kayu bakar
e. Pemanfaatan
biogas sebagai pengerak generator gas untuk pembangkit listrik
2.
Bangunan
Konsep
green building atau bangunan ramah lingkungan didorong menjadi tren dunia bagi
pengembangan properti saat ini. Bangunan ramah lingkungan ini punya kontribusi
menahan laju pemanasan global dengan membenahi iklim mikro. Poin terbesar dalam
konsep ini adalah penghematan air dan energi serta penggunaan energi
terbarukan.
Hal-hal
yang menyangkut bangunan ramah lingkungan adalah membangun hanya yang
diperlukan dan tidak menggunakan lebih dari yang diperlukan, menganut prinsip
keterkaitan, serta memandang profesi arsitek sebagai “pengurus bumi” (steward
of the earth). Untuk strategi yang dapat diterapkan antara lain pemanfaatan
material berkelanjutan, efisiensi lahan, keterkaitan dengan ekologi lokal,
keterkaitan antara transit dan tempat tinggal, rekreasi dan bekerja, serta
efisiensi penggunaan air, penanganan limbah, dan mengedepankan kondisi lokal
baik secara fisik maupun secara sosial.
Contoh
penerapan konsep design Green Building :
a. Meminimalkan
penggunaan lampu dengan memanfaatkan cahaya alami
b. Meminimalkan
penggunaan mesin pendingin ruangan dan air dengan mengefektifkan design
bangunan
c. Pengelolaan
limbah “closed cycle” untuk gedung tempat tinggal
d. Menyediakan
ruang terbuka hijau untuk tiap bangunan/gedung yang dibangun
e. Penggunaan
material bangunan yang ramah lingkungan dan tahan lam
3.
Chemistry
Green
Chemistry adalah suatu falsafah atau konsep yang mendorong desain dari sebuah
produk ataupun proses yang mengurangi ataupun mengeliminir penggunaan dan
penghasilan zat-zat (substansi) berbahaya. Green Chemistry lebih berfokus pada
usaha untuk meminimalisir penghasilan zat-zat berbahaya dan memaksimalkan
efisiensi dari penggunaan zat-zat (substansi) kimia. Sedangkan, Environmental
Chemistry lebih menekankan pada fenomena lingkungan yang telah tercemar oleh
substansi-substansi kimia.
Green
Chemistry itu sendiri memiliki 12 asas, antara lain
a. Menghindari
penghasilan sampah
b. Desain
bahan kimia dan produk yang aman
c. Desain
sintesis kimia yang tak berbahaya
d. Penggunaan sumber daya yang dapat diperbaharui
(renewable)
e. Penggunaan katalis
f.
Menghindari bahan kimia yang sifatnya
derivatif (chemical derivatives)
g. Desain
sintesis dengan hasil akhir (produk) yang mengandung proporsi maksimum bahan mentah
h. Penggunaan
pelarut dan kondisi reaksi yang aman
i.
Peningkatan efisiensi
energi
j.
Desain bahan kimia dan
produk yang dapat terurai
k. Pencegahan
polusi
l.
Peminimalan potensi kecelakaan
kerja
Contoh
penerapan konsep Green Chemistry :
1) Vitamin
C (asam askorbat) untuk proses pembuatan polimer
2) Gula dan minyak sayur sebagai bahan baku cat
3) Gula
pati dan selulosa sebagai bahan bakar
4) Pemakaian
enzim untuk pembuatan bahan dasar kosmetik
5) Kacang
kedelai sebagai Bahan Pembuatan Toner printer
6) Kacang
kedelai sebagai bahan baku pembuatan lem perekat
4.
Nanotechnology
Green
Nanotechnology merupakan pengembangan dari clean technology yang merupakan
suatu upaya untuk meminimalisasi potensi resiko kerusakan lingkungan dan
manusia yang terkait dengan pembuatan dan penggunaan produk nanoteknologi serta
untuk mendorong penggantian produk yang ada dengan produk nano baru yang lebih
ramah lingkungan.
Tujuan
dari Green Nanotechnology ada dua yaitu :
a. Memproduksi
Nanomaterials dan produk tanpa merugikan lingkungan atau kesehatan manusia, dan
memproduksi nano-produk yang memberikan solusi terhadap masalah lingkungan
hidup.
Contoh
:
1. Membran
nano dapat membantu produk terpisah reaksi kimia yang diinginkan dari bahan
limbah.
2. Katalis
Nanoscale bisa membuat reaksi kimia yang lebih efisien dan lebih boros.
b. Mengembangkan produk-produk yang menguntungkan
lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Contoh
:
1. Nanomaterials
atau produk langsung dapat membersihkan situs limbah berbahaya, air desalinasi,
polutan merawat dan memonitor polusi lingkungan.
2. Nanocomposites
ringan untuk mobil dan alat transportasi lainnya dapat menghemat bahan bakar
dan mengurangi bahan yang digunakan untuk produksi.
D.
Penerapan
Green Technology di Indonesia
1.
Penggunaan
Mikroorganisme Lokal (MOL) untuk Menyuburkan Tanaman Pertanian
Penerapan teknologi dari masa lalu yang kini mulai
terlupakan, penyubur tanaman memanfaatkan mikroorganisme lokal menjadi harapan
menuju pertanian ramah lingkungan dan mandiri, bebas dari pupuk dan obat-obatan
kimiawi.
Prinsip
Kerja :
Penerapannya yaitu dengan membuat larutan hasil
fermentasi berbagai bahan organik yang sarat dengan mikroorganisme lokal.
Larutan fermentasi tersebut dibuat dengan cara mencampurkan bahan-bahan organik
menjadi satu kemudian ditutup rapat sehingga proses an-aerob terjadi dan mikroorganisme
akan berkembang biak. Bahan organik yang digunakan beragam, mulai dari
buah-buahan busuk, sampah organik rumah tangga, bonggol pisang, tunas bambu
(rebung) sampai urine ternak yang difermentasi dalam air cucian beras dan air
kelapa.
Contoh
Larutan Mikroorganisme Lokal Penyubur Tanaman dan fungsinya
Jenis MOL
|
Kegunaan
|
Waktu Penggunaan
|
MOL Buah-buahan
|
Membantu bulir padi lebih berisi
|
Saat malai mulai tumbuh, setelah umur padi 60 hari
|
MOL Daun Cebreng
|
Menungkatkan pertumbuhan daun
|
Umur padi 30 hari sesudah tanam
|
MOL Bonggol Pisang
|
Mempercepat proses reaksi kompos
|
Umur padi 10, 20, 30 dan 40 hari sesudah tanam
|
MOL Sayuran
|
Merangsang pertumbuhan malai
|
Umur padi 60 hari sesudah tanam
|
MOL Tunas Bambu
|
Meningkatkan pertumbuhan tanaman
|
Umur padi 15 hari sesudah masa tanam
|
MOL Sampah Dapur
|
Memperbaiki kesuburan tanah
|
Disemprotkan ke tanah saat diolah sebelum ditanami
|
MOL Keong Mas
|
Menambah nutrisi tanaman
|
Umur padi 15 hari setelah tanam
|
MOL : Mikroorganisme Lokal
Sumber : (Kompas Cetak, Jumat 6 Mei 2011) (Maman Suherman, Mubiar
Purwasasmita dan Karya tulis “Pemberdayaan MOL sebagai Upaya Peningkatan
Kemandirian Petani” oleh Ahmad Syaifudin dan Leny Mulyani)
Jenis Mikroorganisme yang ada didalam Larutan MOL : Aspegillus sp.,
Bacillus sp., Lactobacillus sp., Azospirillium sp., Azotobacter sp.,
Pseudomonas sp.
Manfaat lain dari penggunaan MOL sebagai pupuk organik :
a)
Meningkatkan hasil pertanian serta meningkatkan
nilai hasil panen karena dikelola dengan pupuk organik yang ramah lingkungan
b)
Lebih murah dalam pembuatannya karena memanfaakan
bahan organik yang sudah tidak digunakan lagi sehingga mengurangi sampah yang
dibuang
c)
Mengurani ketergantungan petani terhadap pupuk
kimiawi sehingga petani lebih mandiri dengan penggunaan pupuk organik
d)
Produk hasil pertanian akan lebih aman untuk
dikonsumsi karena menggunakan pupuk organik
e)
Pupuk yang dihasilkan mengandung unsur yang
komplek dan mikroba yang berfungsi menyeimbangkan ekosistem alami tanah
f)
Membentuk rongga-rongga di tanah yang berfungsi
sebagai tempat hidup mikroorganisme, mengalirkan air, dan nutrisi
2.
Penggunaan Pengawet Alami dalam Mengawetkan
Produk Makanan atau Agriculture
Penggunaan pengawet menggunakan bahan
kimia akan sangat membahayakan bagi kesehatan manusia, apalagi bila digunakan
untuk mengawetkan makanan. Salah satu contoh pengawet kimia adalah
formalin/formadehida dan boraks. Formaldehida pada makanan dapat menyebabkan
keracunan pada tubuh manusia, dengan gejala : sakit perut akut disertai
muntah-muntah, mencret berdarah, depresi susunan syaraf dan gangguan peredaran
darah.
Mengkonsumsi
boraks dalam makanan tidak secara langsung berakibat buruk, namun sifatnya
terakumulasi (tertimbun) sedikit-demi sedikit dalam organ hati, otak dan
testis. Boraks tidak hanya diserap melalui pencernaan namun juga dapat diserap
melalui kulit. Boraks yang terserap dalam tubuh dalam jumlah kecil akan
dikelurkan melalui air kemih dan tinja, serta sangat sedikit melalui keringat.
Boraks bukan hanya menganggu enzim-enzim metabolisme tetapi juga menganggu alat
reproduksi pria. Boraks yang dikonsumsi cukup tinggi dapat menyebabkan gejala
pusing, muntah, mencret, kejang perut, kerusakan ginjal, hilang nafsu makan.
Prinsip Kerja :
Pada dasarnya
penggunaan pengawet alam adalah dengan memanfaatkan dan menggali potensi bahan
pengawet dari alam. Hal ini dilakukan untuk menghindari penggunaan bahan
kimiawi sebagai pengawet makanan atau buah-buahan. Solusi pemanfaatan pengawet
alami harus segera digalakkan apabila tidak ingin menimbulkan masalah
kesehatan. Beberapa bahan pengawet alami yang lebih ramah lingkungan yang bisa
dimanfaatkan :
a)
Penggunaan lidah buaya sebagai pengawet makanan
segar, buah-buahan dan sayuran
b)
Penggunaan tanaman picung (Pangium edule) atau
kluwak sebagai pengawet ikan segar
c)
Penggunaan kulit rajungan yang mengandung chitosan
untuk pengawet industri makanan
d)
Penggunaan tanaman Gambir (Uncariae Romulus)
untuk pengawet industri makanan
e)
Penggunaan asap cair dari pembakaran serabut
kelapa untuk pengawet ikan segar
f)
Pemanfaatan limbah cangkang udang sebagai bahan
pengawet kayu
g)
Pemanfaatan eksraktif alam untuk pengawet kayu
Manfaat dari penggunaan pengawet alami :
a)
Mengurangi dampak buruk bagi kesehatan dari
penggunaan bahan pengawet kimiawi
b)
Memberdayakan potensi bahan alam dan limbah
organik sebagai bahan pengawet alami
c)
Membuka potensi lapangan pekerjaan baru bagi
masyarakat sebagai pemasok bahan baku
3.
Pembuatan Plastik Biodegradable yang Ramah
Lingkungan
Plastik berbahan polietilen membutuhkan
waktu penguraian yang lama sekali oleh bumi. Hal tersebut akan mengancam
kesuburan tanah, karena dengan adanya plastik dari polietilen mikroba tanah
akan kesulitan mengurai tanah menjadi subur. Penggunaan plastik berulang-ulang
dan pendaur ulangan juga bukan merupakan solusi yang terbaik dalam menekan
angka pengunaaan plastik. Karena plastik daur ulang yang biasanya berwarna
hitam mengandung karsinogen yang dapat membahayakan kesehatan manusia apabila
digunakan sebagai pembungkus makanan. Untuk itu perlu dicarikan solusi dengan
mencari bahan pembuat plastik yang ramah lingkungan yaitu membuat plastik yang
lebih cepat dan mudah terurai.
Plastik yang ramah lingkungan adalah
plastik yang dibuat dari bahan alam yang mudah terbaharukan atau bahan yang
tidak berbahaya dan proses terurainya lebih cepat serta lebih mudah. Penemuan
terbaru plastik ramah lingkungan dapat dibuat dari bahan yang mengandung poli asam laktat (PLA). Poli asam laktat
menjadi kandidat yang menjanjikan, karena PLA dapat diproduksi dari bahan alam
terbarui seperti pati-patian dan selulosa melalui fermentasi asam laktat.
Berbagai bahan alam yang digunakan untuk membuat plastik ramah lingkungan :
a)
Bioplastik dari PHA (Poly Hydroxy Alkanoat) yang
dihasilkan Ralstonia euthropa
b)
Biobag, plastik
yang dihasilkan dari mates bi (kulit jagung)
c)
Plastik ramah lingkungan yang dihasilkan dari
limbah minyak kelapa sawit
d)
Plastik biodegradable yang dihasilkan dari pati
singkong dan chitosan
e)
Plastik ramah lingkungan berbahan bonggol tanaman
pisang
f)
Plastik ramah lingkungan berbahan lidah buaya
Dalam proses pembuatan plastik dari bahan-bahan
diatas biasanya dicampurkan bahan seperti kitosan dan gliserol. Kitosan
mengandung protein untuk memperkuat sifat mekanika atau kekuatan plastik.
Gliserol sebagai plasticizer yang ramah lingkungan untuk memberikan kelenturan
atau elastistisitas pada plastik
Manfaat pembuatan plastik biodegradable :
a)
Mempercepat proses penguraian plastik oleh tanah
b)
Mengurangi pembuatan plastik berbahan polietilen
c)
Memberdayakan potensi bahan alam yang ramah
lingkungan sebagai bahan pembuat plastik
d)
Membuka potensi lapangan pekerjaan baru bagi
masyarakat sebagai penyedia bahan baku proses
e)
Pemanfaatan Limbah Industri Biomassa sebagai
Sumber Energi Alternatif dan Bahan Bermanfaat
Indonesia memiliki potensi besar dalam industri
biomassa yang sampai saat ini masih skala kecil yang dimanfaatkan. Selain potensi pemanfaatannya, industri
biomassa juga memiliki potensi limbah yang besar yang masih bisa dimanfaatkan
menjadi sumber energi alternatif pengganti BBM dan bahan berguna lainnya.
Industri yang bergerak di bidang biomassa antara lain pertanian, perkebunan,
peternakan dan kehutanan. Beberapa contoh limbah industri biomassa yang dapat
dimanfaatkan kembali :
a)
Pemanfaatan limbah serbuk gergaji sebagai briket
bioarang
b)
Pemanfaatan limbah padat dan lindi hitam industri
pulp sebagai bahan biobriket
c)
Pemanfaatan limbah padat tebu pada industri gula
sebagai briket arang
d)
Pemanfaatan bonggol jagung menjadi tepung sebagai
media tumbuh jamur
e)
Pemanfaatan limbah padat tebu sebagai papan
partikel
f)
Pemanfaatan serbuk gergaji sebagai media tumbuh
jamur
g)
Pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku pada
industri kimia dan bahan bangunan
Manfaat dari pemanfaatan limbah industri biomassa :
a)
Menerapkan konsep zero waste dalam pengelolaan
industri
b)
Menciptakan sumber energi alternatif pengganti
BBM
c)
Menciptakan peluang lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan
adanya Green Technology ini masyarakat bisa mengurangi dampak dari global
warming. Maka dari itu penggunaan green technologi ini bisa dimaksimalkan dan
diterapkan.
B.
Saran
Penggunaan
Green Technology ini masih harus ditingkatkan dan disosialisasikan kembali ke
masyarakat, agar dapat diterima dan dipertanggungjawabkan.
DAFTAR
PUSTAKA
green tehcnology. http://muhammadshidqi.blogspot.co.id/2011/04/green-technology.html
Komentar
Posting Komentar